AspirasiRakyat.Id, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menilai peluncuran sejumlah program strategis pendidikan menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kamis, 5 Maret 2026.
Program yang diluncurkan pemerintah daerah mencakup sekolah gratis, kuliah gratis, hingga pengembangan pendidikan vokasi yang difokuskan pada peningkatan keterampilan generasi muda. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja.
Reza mengungkapkan, peluncuran program tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Bahkan dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Dalam kegiatan tadi juga disampaikan oleh Wakil Menteri bahwa Kalimantan Tengah telah melaunching program yang sangat mulia bagi masa depan generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai inovasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah pendidikan vokasi di sektor produktif, khususnya pertanian. Program ini digagas untuk mendorong generasi muda memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Program vokasi ini menggabungkan pembelajaran teori dan praktik. Sekitar 30 persen berlangsung di kelas dan 70 persen langsung di lapangan,” jelasnya.
Program vokasi tersebut menargetkan sekitar 2.000 peserta dengan durasi pendidikan selama satu tahun. Melalui sistem pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
Lebih lanjut, peserta juga berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil praktik yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
“Jika peserta belajar menanam atau melakukan kegiatan pertanian lainnya, hasilnya bisa memiliki nilai ekonomi sehingga peserta merasakan manfaat langsung dari proses pembelajaran,” pungkasnya. (Red)








