Belajar dari Bantul, Barito Utara Bidik Inovasi untuk Perkuat Pelayanan Publik

oleh -374 Dilihat

AspirasiRakyat.Id, Barito Utara– Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pertukaran pengalaman dan pembelajaran antardaerah. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan kaji tiru ke Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (6/8/2026).

Rombongan Pemkab Barito Utara dipimpin langsung Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan dan disambut Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Barito Utara untuk menggali berbagai kebijakan, strategi, inovasi, serta pengalaman Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutan tertulis Bupati Barito Utara H. Shalahuddin yang disampaikan Felix, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dan kolaborasi antardaerah. Menurutnya, pengalaman daerah lain dapat menjadi referensi untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan di Barito Utara.

“Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kaji tiru ini adalah kami ingin memperoleh wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta pembelajaran secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, inovasi, dan langkah-langkah implementasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul,” ujar Felix.

Ia menegaskan, berbagai praktik yang diperoleh dari Kabupaten Bantul tidak akan diterapkan secara mentah. Pemkab Barito Utara akan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan, kondisi, serta kemampuan daerah.

Menurut Felix, pembelajaran tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam merumuskan kebijakan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Hasil kaji tiru ini tidak sekadar untuk ditiru secara utuh, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan riil di Kabupaten Barito Utara,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih memaparkan kondisi wilayah dan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan pemerintah daerah. Kabupaten Bantul memiliki luas wilayah sekitar 506 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.

Wilayah tersebut terdiri atas 17 Kapanewon, 75 Kalurahan, dan 933 Pedukuhan. Dengan karakteristik wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar, Pemkab Bantul terus mengembangkan berbagai kebijakan untuk menjawab persoalan sosial dan pembangunan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah upaya menekan angka perceraian sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Pemkab Bantul bekerja sama dengan Kementerian Agama memberikan edukasi dan pembekalan pranikah kepada pasangan calon pengantin.

Program tersebut diberikan untuk membangun kesiapan pasangan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga, termasuk pemahaman mengenai kondisi mental, ekonomi, keuangan, serta peran keluarga.

“Perceraian di tengah masyarakat kerap dipicu oleh masalah ekonomi, keuangan, serta kurangnya pemahaman orang tua atau keluarga terhadap esensi pernikahan,” jelas Abdul Halim.

Selain ketahanan keluarga, Pemkab Bantul juga terus berupaya menangani persoalan lingkungan, salah satunya melalui optimalisasi pengelolaan sampah secara komprehensif di tingkat regional maupun sektoral.

Berbagai pengalaman dan program tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Pemkab Barito Utara. Kegiatan kaji tiru diharapkan dapat memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menghasilkan gagasan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik Barito Utara.

“Semoga kunjungan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui pertukaran pengalaman dan inovasi untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkas Abdul Halim. (Red/Jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.