AspirasiRakyat.Id, Barito Utara- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Montalat tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk menata ulang arah pembangunan. Jumat (6/2/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati Barito Utara Shalahuddin, menyampaikan sejumlah catatan krusial sekaligus penegasan terkait pola perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Saya ingin mengubah cara kita berpikir soal pembangunan. Semua harus memiliki arah yang jelas dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya, Jum’at (6/2).
Menurutnya, seluruh program dan kegiatan pembangunan ke depan harus mengacu secara langsung pada 11 Program Unggulan dan 12 Program Prioritas Kabupaten Barito Utara.
Program tersebut, kata dia, bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan pedoman utama dalam menjalankan pembangunan daerah.
“Tidak boleh lagi ada kegiatan yang tidak berkaitan dengan program unggulan dan prioritas daerah. Semua harus sejalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pemeliharaan aset daerah. Ia menilai selama ini pembangunan lebih banyak berfokus pada pembangunan fisik baru, sementara aspek perawatan terhadap fasilitas yang sudah ada masih kurang mendapat perhatian.
Karena itu, ia meminta agar mulai tahun anggaran 2027 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan rutin maupun berkala terhadap seluruh aset dan bangunan milik pemerintah.
“Bangunan yang sudah ada harus dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung persoalan infrastruktur darurat yang masih digunakan masyarakat, khususnya jembatan gantung di beberapa wilayah. Ia menegaskan, fasilitas tersebut tidak boleh dijadikan solusi jangka panjang.
“Jembatan darurat tidak boleh selamanya digunakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, sehingga secara bertahap perlu diganti dengan konstruksi permanen,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah jembatan yang berada di kawasan rawan longsor, terutama di wilayah Kecamatan Montalat dan sekitarnya.
Ia menilai langkah tersebut penting sebagai upaya antisipasi terhadap potensi risiko yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Ini menyangkut keselamatan warga. Saya minta PUPR segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk mulai menyiapkan grand design pembangunan masing-masing sektor sejak dini. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan program di lapangan diharapkan lebih terarah dan efisien.
“Setiap dinas harus memiliki grand design pembangunan. Dengan begitu, pelaksanaan tidak lagi sporadis, tetapi terukur dan berkelanjutan,” tandasnya. (Red)








