Disporaparbud Siapkan Pengembangan Pantai Sungai Bakau Lewat Skema CSR

oleh -326 Dilihat

Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus mencari alternatif untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata daerah. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan yakni menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Disporaparbud Kabupaten Seruyan, Megawati, mengatakan kerja sama melalui CSR menjadi pilihan karena pengembangan sejumlah fasilitas wisata belum dapat ditopang melalui anggaran pemerintah daerah.

“Sebelumnya kami mengusulkan via CSR, karena kalau kita paksakan dengan anggaran pemerintah daerah (Pemda), anggaran nggak ada. Setelah saya menjabat di sini, tidak mungkin serta-merta mengubah anggaran itu karena semua sudah tersusun dengan matang melewati Renstra 5 tahun,” katanya, Rabu (09/09/2026).

Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Pantai Sungai Bakau. Menurut Megawati, pengembangan fasilitas di kawasan tersebut perlu dilakukan secara bertahap agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lain yang berada di sekitarnya.

Ia menyebut salah satu fasilitas yang diusulkan adalah pembangunan guest house. Keberadaan tempat menginap dinilai dapat membuat wisatawan memiliki pilihan untuk menikmati kawasan pantai lebih lama tanpa harus melakukan perjalanan pulang-pergi.

“Tanpa kita pungkiri, destinasi di sekitarnya itu berkembang pesat, karena mereka menyediakan infrastruktur yang lengkap. Selain fasilitas umum, mereka juga menyediakan fasilitas-fasilitas privat, misalnya kayak guest house tadi. Jadinya orang bisa menginap dan tidak harus pulang pergi,” ujarnya.

Dirinya juga berencana akan menambahkan guest house yang dapat disewakan sehingga turut memberikan pemasukan bagi kas daerah. Selain itu juga mengusulkan pembangunan gazebo kuliner untuk menata aktivitas pelaku UMKM ketika terdapat kegiatan atau kunjungan dalam jumlah besar.

“Kami juga mengusulkan untuk membangun seperti gazebo kuliner. Ketika ada kegiatan-kegiatan besar, saya lihat yang berjualan dari UMKM itu justru berhamburan. Jadi kami ingin pusatkan supaya tertata rapi, tidak pakai terpal, yang mengurangi pemandangan keindahan alam itu sendiri,” Tutupnya (Red/Jia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.