Konkerprov PGRI Kalteng 2026 Perkuat Sinergi Pengembangan Pendidikan

oleh -161 Dilihat

AspirasiRakyat.Id, Barito Utara– Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Tengah Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengembangan pendidikan di daerah. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Aurila, Palangka Raya, Jumat, 30 Januari 2026.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, Ketua PGRI Kabupaten Barito Utara Maslan, serta para Ketua PGRI tingkat kecamatan dari Barito Utara.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penobatan Aisyah Thisia Agustiar Sabran sebagai Bunda Guru PGRI Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

“Guru merupakan arsitek utama dalam membangun karakter generasi penerus bangsa melalui pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan yang mencakup perlindungan hukum, peningkatan kapasitas, hingga peningkatan kesejahteraan para pendidik.

Di sisi lain, Wakil Ketua PB PGRI, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, menyoroti tantangan dunia pendidikan di era digital. Ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru.

“PGRI harus menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan inovasi pembelajaran di era digital,” tegasnya.

Melalui Konkerprov PGRI Kalimantan Tengah Tahun 2026 ini diharapkan dapat dirumuskan berbagai program kerja strategis yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di masa depan.

“Kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.