Lewati Seruyan Saat Tinjau Karhutla, Subani Pertanyakan Kepedulian Menhut

oleh -57 Dilihat
Anggota DPRD Seruyan, Subani

AspirasiRakyat.Id, Kuala Pembuang – Kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kalimantan Tengah untuk meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai kritik dari anggota DPRD Seruyan, Subani. Ia menyayangkan rombongan menteri yang melintasi wilayah Seruyan tanpa meninjau langsung kondisi daerah tersebut, meski sejumlah wilayah di kabupaten itu juga menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.

Legislator PDI Perjuangan itu menilai, perjalanan rombongan Menteri Kehutanan dari Sampit menuju Pangkalan Bun seharusnya menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat Seruyan yang terdampak bencana.

Menurut Subani, kehadiran pemerintah pusat di tengah situasi karhutla semestinya tidak hanya berfokus pada agenda peninjauan di wilayah tertentu, tetapi juga memperhatikan daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

Ia pun mempertanyakan sejauh mana perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Seruyan yang membutuhkan penanganan dan dukungan dalam menghadapi dampak kebakaran.

“Sangat disayangkan, menteri datang ke tengah bencana, tetapi terkesan hanya numpang selfie tanpa solusi. Masyarakat sedang menghadapi karhutla, sementara tindakan nyata yang mereka butuhkan justru masih dipertanyakan,” tegas Subani, Rabu (14/10/2026).

Selain menyoroti jalur kunjungan tersebut, Subani juga mempertanyakan dukungan bantuan penanganan karhutla bagi Kabupaten Seruyan. Ia berharap pemerintah pusat memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi daerah agar dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, kejelasan mengenai prosedur bantuan penting agar pemerintah daerah dapat mengetahui langkah yang harus ditempuh, terutama ketika dampak karhutla membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Subani menegaskan, masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap membutuhkan perhatian yang diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar kunjungan pejabat.

“Bagi saya, ini menteri terburuk sepanjang sejarah. Saya menilai belum terlihat kepedulian yang semestinya terhadap apa yang dirasakan masyarakat. Warga sedang menghadapi bencana dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” cetusnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi Seruyan, termasuk memastikan kebutuhan penanganan karhutla di daerah dapat disampaikan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Bagi Subani, persoalan ini bukan semata-mata karena rombongan menteri melewati wilayah Seruyan tanpa melakukan peninjauan, melainkan juga menyangkut harapan masyarakat agar daerah yang terdampak karhutla mendapat perhatian dan dukungan yang memadai.

“Jangan sampai bencana hanya menjadi tontonan tanpa tindakan nyata. Masyarakat tidak membutuhkan sekadar kunjungan, tetapi kepedulian, bantuan, dan solusi,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.