Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang – DPRD Kabupaten Seruyan menggelar Rapat Paripurna ke-4 dengan agenda penyampaian pidato pengantar Bupati Seruyan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2026.
Rapat Paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi, didampingi Wakil Ketua II DPRD Seruyan, Muhtadin, Plh Sekretaris Daerah Seruyan dr. Bahrun Abbas, kepala perangkat daerah, SOPD, FKPD, serta 15 anggota DPRD Seruyan.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dalam pidatonya yang dibacakan Plh Sekda Seruyan Bahrun Abbas menyampaikan, bahwa perubahan APBD menjadi bagian penting dalam menyesuaikan program dan anggaran pemerintah daerah dengan kondisi yang berkembang selama tahun berjalan.
Menurutnya, penyesuaian tersebut mencakup perubahan kondisi pendapatan daerah, kebutuhan belanja, kebijakan pemerintah pusat, perkembangan sosial ekonomi masyarakat hingga kebutuhan pembangunan daerah.
“Penyusunan APBD perubahan TA 2026 yang kami ajukan merupakan langkah penyesuaian atas berbagai perkembangan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan, serta pencapaian sasaran pembangunan Kabupaten Seruyan,”Katanya, Senin (21/09/2026).
Dirinya menyampaikan, pendapatan daerah dalam perubahan APBD bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer pemerintah pusat. Sedangkan belanja tetap diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan dasar, pelayanan publik dan program prioritas pembangunan.
“Kami akan kembali menajamkan program kegiatan, dan sub-kegiatan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, target kinerja, serta kebutuhan pembangunan yang harus diselesaikan pada tahun berjalan,” katanya.
Dirinya menjelaskan, target pendapatan daerah pada APBD Perubahan TA 2026 sebesar Rp1.146.994.484.484. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp3.807.720.625 atau 0,33 persen dari target APBD Murni TA 2026.
Sementara untuk belanja daerah, pada APBD Perubahan TA 2026 ditetapkan sebesar Rp1.219.152.633.249. Jumlah tersebut turun Rp24.135.853.282 atau 1,94 persen dibandingkan target APBD Murni TA 2026.
“Dari sisi pembiayaan daerah APBD perubahan TA 2026 sebesar Rp72.158.148.765, atau mengalami penurunan sebesar Rp20.328.132.657 atau turun 21,98 persen dari target APBD Murni TA 2026,” pungkasnya. (Red/Jia)








