Penguatan Keluarga dan Pencegahan Stunting Jadi Perhatian Pemkab Seruyan

oleh -44 Dilihat

Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus mendorong penguatan keluarga dan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, saat menghadiri pelantikan Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan, serta pengukuhan Ayah Bunda Genre dan Ayah Bunda Genting se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan lokakarya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan kualitas manusia, penguatan keluarga, dan penyiapan generasi masa depan.

“Tentunya keberadaan PKK, Posyandu, Generasi Berencana (Genre), dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Seruyan,” Katanya, Selasa (03/11/2026).

Dirinya berharap organisasi dan program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mencegah terjadinya stunting.

“Kepada seluruh ketua Tim Penggerak PKK kecamatan yang telah dilantik, saya mengucapkan selamat menjalankan amanah. Saya berharap saudara-saudara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, inovatif, dan mampu membangun kerja sama di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Selanorwanda meminta seluruh kepala perangkat daerah agar memberikan dukungan dan berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia menegaskan bahwa program penguatan keluarga dan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua perangkat daerah.

Dirinya berharap seluruh perangkat daerah dapat membangun koordinasi dan kolaborasi agar program-program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan upaya pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai program-program hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua perangkat daerah saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” Tutupnya. (Red/Jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.