Wabup Ajak ASN Perkuat Integritas dan Keimanan di Era Digital

oleh -43 Dilihat

Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang – Wakil Bupati Seruyan, Supian, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk terus memperkuat keimanan, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan pembinaan ASN melalui Siraman Rohani dan Silaturahmi Pagi di Masjid Agung Nurul Yaqin. Kegiatan rutin bulanan tersebut mengangkat tema transformasi digital yang beradab dalam menjaga integritas ASN di era media sosial dan kecerdasan buatan (AI).

Supian mengatakan, kegiatan siraman rohani tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antar sesama ASN. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat saling memperkuat rasa persaudaraan sekaligus menambah wawasan keagamaan.

“Kegiatan ini merupakan sarana bagi kita para ASN untuk bersilaturahmi setiap bulan. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat semakin meningkatkan rasa persaudaraan di antara sesama ASN,” Katanya, Senin (02/11/2026).

Dirinya juga mengingatkan agar kesibukan dalam menjalankan tugas pemerintahan tidak membuat ASN mengabaikan kebutuhan rohani. Menurutnya, keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani penting untuk membentuk pribadi yang sabar, bersyukur, disiplin, serta bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.

“Jangan hanya pandai merawat jasmani kita, tetapi rohani juga perlu diperhatikan dan dirawat, salah satunya melalui kegiatan siraman rohani seperti ini,” ujarnya.

Selain itu, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan ASN saat ini. Perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan perlu diimbangi dengan etika, kebijaksanaan, serta tanggung jawab agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif, khususnya dalam mendukung tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Dirinya menambahkan, diharapkan ASN agar tidak menjadikan pujian sebagai tujuan dalam bekerja. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap rendah hati dan lebih mengutamakan melihat sisi kebaikan orang lain.

“Janganlah hidup ini mengharapkan pujian, tetapi bersiap-siaplah untuk menghadapi cacian dan makian. Mari kita memandang orang lain dari segi kebaikannya, jangan memandang keburukannya,” Tutupnya. (Red/Jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.