Aspirasirakyat.id, Barito Utara- Sebanyak 128 pelajar dinyatakan lolos seleksi administrasi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. Mereka selanjutnya akan mengikuti rangkaian seleksi lanjutan yang berlangsung pada 1–6 April 2026.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara, Rayadi SM, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi dari 169 pelajar yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota Paskibraka.
“Dari 169 pendaftar, sebanyak 128 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, terdiri atas 71 putra dan 57 putri,” kata Rayadi saat membuka seleksi di Gedung Balai Antang, Muara Teweh.
Rayadi yang mewakili Ketua Panitia Pembentukan Paskibraka sekaligus Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, mengapresiasi tingginya antusiasme para pelajar mengikuti seleksi. Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar menjadi gambaran bahwa semangat nasionalisme generasi muda di Kabupaten Barito Utara masih terjaga.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Kehadiran kalian menjadi bukti bahwa semangat cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Merah Putih masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda Barito Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan simbol kehormatan yang menuntut kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan yang kuat.
“Menjadi bagian dari Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan baris-berbaris, tetapi juga karakter, integritas, dan jiwa nasionalisme,” tegasnya.
Selama proses seleksi, peserta akan menjalani sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan parade, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), tes kepribadian, tes kesamaptaan, hingga seleksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Menurut Rayadi, seluruh tahapan dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh, baik dari aspek kesehatan, intelektual, kebugaran fisik, maupun mental. Untuk menjamin objektivitas, proses seleksi melibatkan tim dari berbagai perangkat daerah serta unsur TNI dan Polri.
“Keberagaman unsur tim seleksi mencerminkan sinergi pemerintah dalam membina generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Rayadi mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh kejujuran, disiplin, dan semangat. Ia berharap pengalaman mengikuti seleksi menjadi bekal berharga bagi para pelajar, baik yang nantinya terpilih maupun yang belum berhasil.
“Kalian tidak sekadar mengikuti seleksi, tetapi sedang meniti jalan pengabdian kepada bangsa dan negara. Jadilah generasi yang kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan mulia secara moral,” pungkasnya. (red)









