Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan telah mengambil langkah cepat mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan membagikan masker pada wilayah Kecamatan Seruyan Hulu dan Seruyan Tengah.
Kepala Dinkes Seruyan, dr. Riza Syahputra, mengatakan mengantisipasi dampak kabut asap akibat Karhutla penyaluran logistik kesehatan mulai dilakukan seperti membagikan masker dan oksigen, khususnya di Kecamatan Seruyan Hulu hingga Seruyan Tengah.
Tidak hanya layanan di Puskesmas, posko kesehatan juga didirikan di kawasan Seruyan Tengah dan Pembuang Hulu untuk membagikan masker, Oxycan (oksigen portabel), serta vitamin kepada warga dan petugas lapangan.
”Di seluruh Puskesmas sudah ada ruang oksigen lengkap dengan tenaga medis dan tabung oksigennya. Semuanya dapat diakses secara gratis oleh masyarakat yang terdampak kabut asap,” Katanya, Kamis (01/10/2026)
Disisi lain, dia menyebut meskipun kepekatan asap di wilayah Kuala Pembuang relatif lebih ringan dibanding daerah sekitarnya, langkah pencegahan dan penanganan medis tetap disiagakan maksimal.
”Puncak lonjakan kasus terjadi pada bulan Agustus 2026 yang mencapai angka 500-an. Memasuki September 2026, trennya menurun di angka 230 hingga 250 kasus,” Ujarnya.
Selain itu, dia menegaskan, Dinkes Seruyan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan dan BMKG untuk memantau kadar pencemaran udara (PM2.5). Apabila tingkat pencemaran udara sudah melampaui ambang batas aman, Dinkes Seruyan akan merekomendasikan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau meliburkan sekolah tatap muka.
”Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Tetapi jika tidak ada urusan yang mendesak, kami sarankan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah demi menghindari paparan kabut asap,” Tutupnya. (Red/Jia)









