Kredit Bunga Nol Persen untuk UMKM Segera Hadir di Kalteng, Perputaran Ekonomi Diproyeksi Capai Rp225 Miliar

oleh -184 Dilihat

AspirasiRakyat.Id, Palangka Raya– Kabar baik bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah mematangkan program Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET) yang dirancang untuk memberikan akses pembiayaan dengan bunga nol persen bagi ribuan pelaku usaha.

Program tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Darliansjah, mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Skema kredit ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong UMKM naik kelas.

H. Darliansjah menjelaskan, hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan formal. Selain keterbatasan agunan, tingginya biaya dana dan lemahnya administrasi usaha juga menjadi hambatan yang kerap ditemui.

“Intervensi yang dilakukan tidak cukup hanya melalui subsidi bunga, tetapi harus terintegrasi mulai dari pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan usaha secara menyeluruh,” ujarnya.

Melalui skema HAGUET, pelaku UMKM nantinya dapat memperoleh kredit dengan bunga nol persen. Suku bunga sebesar enam persen per tahun akan ditanggung bersama oleh pemerintah daerah dan perbankan, masing-masing sebesar tiga persen. Dengan demikian, penerima manfaat hanya berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3.000 pelaku usaha di berbagai sektor prioritas, seperti pangan lokal, perikanan, usaha olahan, ekonomi kreatif, hingga hilirisasi produk desa. Setiap pelaku usaha berkesempatan memperoleh pembiayaan hingga Rp50 juta.

Tidak hanya memberikan akses modal, program HAGUET juga dilengkapi dengan penjaminan kredit melalui PT Jamkrida Kalteng hingga 70 persen. Selain itu, pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan usaha secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha mereka.

Pemprov Kalteng juga menyiapkan sistem pemantauan berbasis digital untuk memastikan penyaluran kredit berjalan efektif. Melalui dashboard monitoring, perkembangan usaha, penyaluran pembiayaan, hingga risiko kredit macet dapat dipantau secara real time.

Dari sisi ekonomi, program ini diproyeksikan mampu menciptakan dampak yang signifikan. Perputaran ekonomi daerah diperkirakan mencapai Rp225 miliar, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja antara 6.000 hingga 9.000 orang.

Dengan berbagai dukungan tersebut, Kredit UMKM HAGUET diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat sektor usaha rakyat, meningkatkan inklusi keuangan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.