Pelita ABK Buktikan Disabilitas Juga Bisa Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

oleh -118 Dilihat

AspirasiRakyat.Id, Kuala Pembuang – Semangat menjaga lingkungan ditunjukkan Komunitas Pelita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kuala Pembuang melalui aksi bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Seribu Cemara. Tak sekadar membersihkan sampah, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Aksi yang melibatkan anggota Pelita ABK, relawan, komunitas, dan masyarakat umum tersebut merupakan program rutin bulanan yang digagas untuk mendukung kebersihan destinasi wisata di Kabupaten Seruyan.

Pembina sekaligus Founder Pelita ABK Kuala Pembuang, Yulia Tanti Nova, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keinginan agar destinasi wisata daerah tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan.

“Seruyan memiliki potensi wisata yang luar biasa. Kami ingin ikut berkontribusi agar destinasi wisata yang ada tetap bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Gerakan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli,” ujarnya.

Meski secara kasat mata kawasan pantai terlihat cukup bersih, hasil kegiatan menunjukkan fakta berbeda. Dalam satu kali aksi, para peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 10 karung sampah yang tersebar di sepanjang area wisata.

Menurut Yulia, temuan tersebut menjadi bukti bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan masih perlu mendapat perhatian serius. Jika tidak ditangani bersama, kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan pengunjung dan berdampak pada citra wisata daerah.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu juga dipadukan dengan program literasi melalui kegiatan read aloud bagi anak-anak disabilitas. Setelah sesi edukasi, seluruh peserta bergotong royong membersihkan kawasan pantai hingga sore hari.

Lebih dari 20 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran anak-anak disabilitas yang aktif memungut sampah dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi pemandangan yang menginspirasi sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

“Jika anak-anak disabilitas saja mampu terlibat langsung menjaga lingkungan, tentu masyarakat luas juga bisa melakukan hal yang sama. Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Yulia.

Selain sampah plastik dan sampah rumah tangga, peserta juga menemukan sejumlah botol minuman keras di sekitar kawasan wisata. Temuan itu dinilai perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung, khususnya keluarga dan anak-anak.

Melalui kegiatan ini, Pelita ABK berharap semakin banyak komunitas, masyarakat, maupun pemerintah daerah yang turut berkolaborasi menjaga kebersihan destinasi wisata. Dengan lingkungan yang bersih dan terawat, Pantai Seribu Cemara diharapkan dapat terus menjadi salah satu tujuan wisata unggulan yang membanggakan Kabupaten Seruyan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.