AspirasiRakyat.Id, Sampit – Ketekunan dan kemauan belajar menjadi kunci keberhasilan Nor Yunita dalam membangun usaha tas handmade dengan merek UMAREL. Tanpa latar belakang menjahit, ia mampu mengembangkan usahanya hingga dikenal di luar daerah, Sabtu, 28 Maret 2026.
Perjalanan usahanya dimulai setelah ia keluar dari pekerjaan di perusahaan swasta. Dengan modal seadanya, ia membeli mesin jahit dan mulai belajar secara otodidak melalui berbagai tutorial.
“Saya benar-benar mulai dari nol, belajar sendiri dari YouTube sampai akhirnya bisa produksi,” ujar Yunita.
Ia memilih fokus pada pembuatan tas dan dompet karena dinilai lebih fleksibel untuk dipelajari. Produk yang dihasilkan pun mengutamakan desain dan kualitas bahan.
“Saya pastikan bahan yang dipakai itu yang terbaik supaya tahan lama dan pelanggan puas,” katanya.
Seiring waktu, produknya mulai dikenal melalui promosi dari mulut ke mulut hingga media sosial. Meski belum memiliki toko fisik, UMAREL tetap mampu menarik minat konsumen.
“Awalnya dari teman, lalu menyebar ke teman lainnya, jadi pelanggan datang sendiri,” jelasnya.
Dalam satu bulan, Yunita mampu memproduksi sekitar 30 item bersama suaminya. Ia memilih tetap mempertahankan produksi skala kecil demi menjaga kualitas.
“Belum pakai karyawan, karena ingin hasilnya tetap sesuai standar,” ungkapnya.
Produk UMAREL kini telah menjangkau pasar luar daerah seperti Trenggalek dan Solo. Meski demikian, ia mengaku masih membutuhkan dukungan dalam hal promosi dan akses pasar.
“Harapannya ada lebih banyak ruang untuk UMKM berkembang, terutama dalam pemasaran,” pungkasnya. (Red)





