AspirasiRakyat.Id, Sampit – Di tengah maraknya produk olahan berbahan dasar buah, inovasi berbeda justru datang dari limbah kulit rambutan. Mieke Nurhayati, pelaku UMKM melalui Yasemin Shop, berhasil menghadirkan berbagai produk bernilai ekonomi dari bahan yang kerap terbuang, Sabtu, 28 Maret 2026.
Berawal dari percobaan sederhana, Mieke melihat peluang besar dari kulit rambutan. Ia mengolahnya menjadi beragam produk, mulai dari minuman hingga makanan olahan yang kini memiliki pasar tersendiri.
“Dari kulit rambutan itu bisa diolah jadi banyak macam, akhirnya semuanya bisa dimanfaatkan,” ujar Mieke.
Salah satu produk andalannya adalah minuman olahan kulit rambutan yang melalui proses uji ketahanan secara mandiri. Ia melakukan berbagai eksperimen untuk memastikan produk tetap layak konsumsi dalam jangka waktu lama.
“Ulun coba simpan, sampai tiga bulan masih bagus. Dari situ ulun terus cari cara supaya lebih awet lagi,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas, ia menerapkan proses sterilisasi dan perebusan ulang dalam kemasan botol. Langkah tersebut terbukti mampu memperpanjang masa simpan produk.
Dalam perjalanannya, Mieke juga mengikuti pelatihan dan pendampingan, termasuk terkait perizinan. Saat ini, seluruh produknya telah mengantongi izin PIRT serta sertifikasi halal.
“Yang penting produk aman dan bisa dipasarkan, izin PIRT sudah ada dan halal juga sudah difasilitasi,” ungkapnya.
Tak tanggung-tanggung, Yasemin Shop kini memiliki 28 varian produk. Pemasarannya bahkan mulai menjangkau luar daerah seperti Jakarta, meski produksi masih dilakukan secara rumahan.
“Masih produksi sendiri, karena memang harus teliti supaya kualitasnya tetap terjaga,” tutupnya. (Red)





