Belajar dari Gunungkidul, Shalahuddin Bidik Inovasi yang Berdampak bagi Warga Barito Utara

oleh -28 Dilihat

AspirasiRakyat.Id, Barito Utara– Mencari terobosan untuk pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menjadikan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai tempat belajar berbagai inovasi pemerintahan. Namun, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan, tidak semua kebijakan bisa langsung diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi daerah sendiri.

Hal itu disampaikan Shalahuddin saat memimpin kunjungan kerja kaji tiru hari kedua di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (5/8/2026). Rombongan turut dihadiri Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, jajaran kepala perangkat daerah, serta sejumlah tokoh agama.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Barito Utara untuk menggali pengalaman dan mempelajari praktik baik dalam pengelolaan pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Shalahuddin mengatakan, hasil kaji tiru tidak akan sekadar disalin, tetapi dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta kemampuan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Hasil kaji tiru ini tidak semata-mata untuk meniru secara utuh, melainkan menjadi bahan pembelajaran yang akan kami sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara,” ujar Shalahuddin.

Menurutnya, keberhasilan suatu program di daerah lain belum tentu menghasilkan dampak yang sama jika diterapkan tanpa mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap inovasi perlu dikaji secara cermat agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut baik kunjungan tersebut. Ia turut mengapresiasi keterlibatan tokoh agama dalam rombongan Pemkab Barito Utara sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Saya melihat ada hal yang menarik, yakni setiap kunjungan kerja selalu melibatkan Ketua MUI. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan,” kata Endah.

Dalam pertemuan itu, Endah memaparkan sejumlah kebijakan yang diterapkan Gunungkidul, salah satunya mendorong pemanfaatan produk lokal dalam kegiatan resmi pemerintah. Jamuan diarahkan menggunakan bahan pangan lokal, seperti singkong, ubi, jagung, porang, kacang-kacangan, hasil laut, dan buah-buahan lokal.

Gunungkidul juga mengganti penggunaan karangan bunga berbahan styrofoam dengan tanaman hidup atau hasil pertanian. Kebijakan tersebut menjadi salah satu contoh upaya mendorong ekonomi lokal sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

Selain itu, kedua daerah bertukar pengalaman mengenai pembangunan infrastruktur, pengawasan berbasis digital, pemberdayaan UMKM, tata kelola pendidikan, penanganan kemiskinan ekstrem, serta percepatan penurunan stunting.

Pemkab Barito Utara berharap, kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan program yang bisa diterapkan untuk memperkuat pembangunan daerah.

Shalahuddin menegaskan, setiap inovasi yang dipelajari harus memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat Barito Utara, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

“Yang terpenting bukan sekadar mengadopsi program daerah lain, tetapi bagaimana inovasi tersebut bisa diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Barito Utara,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.