Sinergi Cegah Karhutla di Seruyan, Mabes TNI Tegaskan Pemilik Lahan Wajib Bertanggung Jawab

oleh -66 Dilihat

Aspirasirakyat, Kuala Pembuang – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat hingga pemilik lahan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Tim Satgas Penyuluhan Mabes TNI saat menggelar sosialisasi dan penyerapan aspirasi bersama warga Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir.

Kegiatan tersebut dipimpin Kolonel Laut Imam Mahdi, Kolonel Laut Ariyo Widi Sumanggono, I Nengah Sukadana, Kolonel Laut Anwar Eddy Sanjaya, dan Kolonel Mar Jaka Sulistiana Putra.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Laut Imam Mahdi menekankan pentingnya soliditas warga dan pemanfaatan sarana komunikasi yang responsif di tingkat bawah.

“Yang paling penting adalah kekompakan warga. Kalau melihat ada titik api, informasi harus cepat disampaikan. Bisa melalui grup WhatsApp sehingga penanganannya tidak terlambat,” katanya, Senin (07/09/2026).

Dirinya menekankan bahwa MPA tidak hanya bertugas saat kebakaran terjadi, tetapi harus menjadi pelopor utama masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Selain kesiapsiagaan warga, Satgas Mabes TNI mendorong aparat kelurahan dan desa untuk mendata seluruh aset tanah yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk lahan tidur milik perseorangan maupun korporasi luar daerah.

“Semua lahan harus diinventarisir. Termasuk lahan perusahaan dan pemilik lahan yang tidak tinggal di Seruyan. Mereka tetap harus bertanggung jawab terhadap lahannya,” tegasnya.

Menurutnya, pemilik lahan wajib berkontribusi nyata, minimal dengan menyediakan sumber air seperti sumur bor di titik-titik rawan api.

Terkait dukungan dari pihak swasta atau perusahaan, Imam mengimbau agar bantuan disalurkan dalam bentuk fasilitas operasional yang langsung menyasar kebutuhan riil di lapangan.

“Kalau bantuan berupa uang, kadang orang bisa curiga. Lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang memang dibutuhkan di lapangan, itu yang dibantu,” terangnya. Bantuan fisik berupa bahan bakar, alat pemadam, hingga sarana pendukung MPA dinilai jauh lebih transparan dan tepat sasaran.

Implementasi penyiapan sarana air tersebut telah direalisasikan pada Posko MPA RT 24 Kuala Pembuang II yang dipimpin oleh H. Bahlan melalui ketersediaan dua tandon air dan pembuatan sumur bor di empat lokasi strategis.

Fasilitas ini disiapkan untuk memperkuat ketersediaan pasokan air dan mendukung penanganan awal sebelum kobaran api membesar. Inventarisasi lahan yang akurat nantinya akan menjadi pijakan bersama dalam mewajibkan setiap pemilik tanah melakukan tindakan pencegahan secara mandiri.

Melalui kehadiran tim penyuluhan ini, koordinasi lintas sektor antara aparat, pemerintah daerah, warga, dan pelaku usaha diharapkan semakin solid dan terintegrasi.

“Kami berharap adanya satgas dari Mabes TNI ini bisa sebagai dinamisator masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat koordinasi pencegahan karhutla di Seruyan,” Tutupnya. (Red/Jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.