SPPG Kuala Pembuang I Dihentikan Sementara, BGN Lakukan Evaluasi Menyeluruh

oleh -20 Dilihat

Aspirasirakyat.id, Kuala Pembuang – Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara (suspend) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang I menyusul hasil uji laboratorium yang menyatakan sejumlah menu makanan terbukti mengandung bakteri.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Seruyan, Muhammad Raffin, mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas insiden sakitnya sejumlah murid akibat makanan yang disajikan beberapa waktu lalu dan telah dilaporkan kepada pimpinan BGN di tingkat pusat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya para penerima manfaat yang terdampak. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan media yang terus mengawal perkembangan kasus ini,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, status suspend berarti penghentian operasional untuk sementara waktu hingga seluruh persyaratan administrasi dan teknis dipenuhi kembali. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi pembaruan dokumen sanitasi dan kelayakan higienis, sertifikasi juru masak, perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pembenahan sarana pendukung.

Berdasarkan hasil laboratorium yang diterima pada 1 Agustus 2026, dua jenis makanan yang sebelumnya menjadi sorotan, yakni nasi uduk dan telur orek, dinyatakan positif mengandung bakteri.

Menurut Raffin, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pengelola SPPG. Pembinaan akan diberikan kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi hingga tenaga administrasi, agar penyusunan menu ke depan lebih memperhatikan standar keamanan pangan dan nilai gizi.

“Evaluasi akan difokuskan pada penerapan standar menu yang telah ditetapkan serta menghindari penyajian makanan yang berpotensi menimbulkan risiko bagi penerima manfaat,” katanya.

BGN juga memastikan proses perbaikan akan terus dipantau sebelum SPPG diizinkan kembali beroperasi. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai standar dan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan mengawasi setiap tahapan perbaikan sehingga ketika operasional kembali dibuka, makanan yang diberikan benar-benar aman dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” tutup Raffin. (Red/Jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.